Jumat, 04 Mei 2012

Mengatasi Rasa Rendah Diri atau Minder


Sebenarnya, salah satu momen terbesar di dalam pengalaman setiap orang yang berkembang adalah ├ęketika ia tidak lagi berusaha bersembunyi dari dirinya sendiri, tetapi bertekad untuk berkenalan dengan dirinya sebagaimana adanya.

Anda adalah pribadi yang menarik dan berharga!!. Rasa minder merupakan sikap penghinaan kepada Sang Pencipta, sebab Allah menciptakan manusia indah dan mulia. (Kej. 1:26 ; Mzm. 8:5-7 ; 139:13,14 ;Yes. 43:4 ) 
Apa yang disebut dengan harga diri adalah mengenal kedudukan kita sebagai orang kristen. Harga diri yang sebenarnya adalah menyangkut tentang status kita yang sebenarnya sebagai anak-anak tebusan. Jangan membandingkan diri anda dengan orang lain. Sadarlah bahwa anda adalah satu-satunya, tidak ada lagi yang sama dengan anda. Oleh karena setiap ciptaan Allah adalah unik.

Tips sederhana membuang rasa minder : 
  • Adakan perubahan dan kegiatan kreatif yang positif secara kecil-kecilan setiap saat. Lihat bagian dalam diri anda dengan baik dan koreksi apa yang anda lihat keliru. Belajar mengenal diri anda sendiri secara keseluruhan dan benar. Hasilnya ialah anda akan memiliki kekuatan yang akan memproyeksikan diri anda menuju sukses. 
  • Bersyukurlah pada Allah bahwa anda diciptakan sangat unik dan indah serta katakan pada diri anda bahwa di dunia hanya anda satu-satunya dan tidak ada yang sama dengan anda. Isilah daftar “Modal nilai positif” anda dengan jujur di bawah ini. 
Modal nilai Positif  = = > “Ketekunan yang dimotivasi oleh persepsi yang benar melepaskan kekuatan baru dan merupakan formula yang sah untuk meraih keberhasilan walaupun prosesnya mungkin sulit.” ( Norman Vincent Peale ) 

TUHAN MENJADIKAN SAYA :
  • Tuhan menjadikan saya berbeda, bukan tak berbeda. 
  • Tuhan menjadikan saya luar biasa, bukan biasa. 
  • Tuhan menjadikan saya penting, bukan tak penting. 
  • Tuhan menjadikan saya cakap/mampu, bukan tak cakap. 
  • Tuhan menjadikan saya harmonis, bukan tak harmonis. 
  • Tuhan menjadikan saya aktif, bukan tak aktif. 
  • Tuhan menjadikan saya diperlukan, bukan tak diperlukan. 
  • Tuhan menjadikan saya efektif, bukan tak efektif. 
  • Tuhan menjadikan saya terampil, bukan tak terampil. 
  • Tuhan menjadikan saya jelas, bukannya tak jelas. 
  • Tuhan menjadikan saya tercukupi, bukan tak tercukupi. 
  • Tuhan menjadikan saya efisien, bukan tak efisien. 
  • Tuhan menjadikan saya unggul, bukannya tak unggul, 
  • Tuhan menjadikan saya bertanggungjawab, bukannya tak bertanggungjawab. 
  • Tuhan menjadikan saya sanggup menanggulangi, bukannya tak sanggup menanggulangi. 
  • Tuhan menjadikan saya waras, bukannya tak waras. 
  • Tuhan menjadikan saya konsisten, bukannya tak konsisten
  • Tuhan menjadikan saya berwawasan, bukan tak berwawasan. 
  • Tuhan menjadikan saya menarik, bukan tak menarik. 
  • Tuhan menjadikan saya sensitif, bukan tak sensitif. 
  • Tuhan menjadikan saya tidak biasa, bukannya biasa. 
  • Tuhan menjadikan saya tegas, bukan tak tegas. 
  • Tuhan menjadikan saya orisinil, bukannya seorang salinan.

BIARKANLAH TUHAN MENDOMINASI HARI ANDA
  • Bilamana berita-berita mencoba untuk mendominasi hari anda, biarkanlah kabar-kabar baik mendominasi hari anda. 
  • Bilamana masa lalu mencoba untuk mendominasi hari anda, biarkanlah mimpi-mimpi anda mendominasi hari anda. 
  • Bilamana ketakutan mencoba untuk mendominasi hari anda, biarkanlah tindakan yang benar mendominasi hari anda. 
  • Bilamana penangguhan mencoba untu mendominasi hari anda, biarkanlah langkah-langkah kecil mendominasi hari anda. 
  • Bilamana pengaruh-pengaruh buruk mencoba untuk mendominasi hari anda, biarkanlah tema-teman yang benar mendominasi anda. 
  • Bilamana kebingungan mencoba untuk mendominasi hari anda, biarkanlah Firman Tuhan mendominasi hari anda. 
  • Bilamana kesepian mencoba untuk mendominasi hari anda, biarkanlah doa mendominasi hari anda. 
  •  Bilamana pertengkaran mencoba untuk mendominasi hari anda, biarkanlah damai mendominasi hari anda. 
  • Bilamana pikiran mencoba untuk mendominasi hari anda, biarkanlah Roh Kudus mendominasi hari anda. 
  • Bilamana iri hati mencoba untuk mendominasi hari anda, biarkanlah memberkati orang lain mendominasi hari anda.
  •  Bilamana ketamakan mencoba untuk mendominasi hari anda, biarkanlah sikap memberi mendominasi hari anda.

MENJADI SEORANG MOTIVATOR
“Motivator tidak dilahirkan, tetapi dijadikan. Pernahkah anda membayangkan bagaimana orang-orang tertentu dapat memunculkan potensi terbaik yang ada dalam diri orang lain? Seorang Motivator adalah menyalurkan kekuatan yang sudah ada menjadi upaya berharga. Efesus 4:29 – Mempergunakan perkataan pada fungsi yang tepat dengan sasaran pendengar memperoleh kasih karunia. Motivasi bukanlah manipulasi.

Motivator : Menemukan sasaran yang bermanfaat bagi kedua belah pihak, kemudian membentuk kerjasama yang baik dan bermoral tinggi untuk mencapai sasaran tersebut.

Manipulasi: Ketika anda mencoba membujuk orang lain melakukan sesuatu yang bukan keinginan mereka, tetapi keinginan anda sendiri.

Bagaimana menjadi motivator yang baik :
  1. Harapkan yang terbaik dari orang-orang yang ada di sekitar anda/yang akan dimotivasi.
  2. Kenali kebutuhan orang lain/apa yang dibutuhkan.
  3. Tetapkan standar tinggi untuk mencapai yang terbaik.
  4. Menciptakan lingkungan agar kegagalan tidak menimbulkan bencana.
  5. Libatkan diri anda dalam kehidupan mereka.
  6. Gunakan contoh positif untuk mendorong keberhasilan.
  7. Kenali dan berikan pujian untuk prestasi yang telah dicapai.
  8. Gunakan kekuatan positif dan negatif.
  9. Bagikan sedikit demi sedikit kemauan untuk bersaing.
  10. Ambil langkah untuk menjaga agar semangat anda tetap tinggi.

Bagaimana seorang motivator termotivasi ? Lima point yang akan membantu :
  • Bergaul dengan orang-orang yang berhasil dan memiliki sikap positif. Luangkan waktu bersama dengan orang yang dapat memberikan semangat kepada anda. “Jika anda bertekad untuk berhasil, sangat penting bergaul dengan orang-orang yang berorientasi pada keberhasilan.” Patricia Fripp)
  • Membangun Relationship/hubungan yang intim dengan Allah dan meditasi terhadap Firman Tuhan (saat perenungan). Perbendaharaan yang baik akan mengeluarkan hal-hal yang baik begitu pula sebaliknya.
  • Menjaga pikiran terhadap semua gagasan yang masuk, karena orang-orang yang bekerja di bidang komputer mengatakan, “Bila yang masuk sampah, maka yang ke luar juga sampah.”
  • Memanfaatkan kekayaan informasi yang tersedia dalam kaset-kaset audio, buku bacaan dengan harga terjangkau atau media informasi lainnya yang bermanfaat, mengikuti kursus-kursus dan seminar-seminar. 
  • Membuat catatan tempat anda menuliskan sasaran dan perjalanan rohani anda.

Pandangan Firman Allah tentang Motivator
Kisah 4:36 Barnabas Anak penghiburan, 3 ciri dasar yang dimiliki Barnabas sebagai seorang penghibur:
1. Penuh dengan kebaikan
2. Penuh dengan Roh Kudus
3. Memiliki iman

Kisah 11:23,24 = > Seorang motivator merupakan seorang penghibur.
Ayub 16:1-4 = > “Jangan menjadi seorang penghibur sialan”
Yesaya 35:3; Ibrani 12:12; I Tesalonika 2:11; Kisah 14:22; 20:1 = > Seorang motivator harus saling menguatkan.
I Timotius 4:13 = > Seorang motivator adalah seorang pembangun.
4. I Timotius 5:1,2; I Tesalonika 5:11 = > Seorang motivator harus berani menegur/menasehati. Seorang motivator harus terbuka, memiliki kasih persaudaraan/menerima orang lain sebagai keluarga Allah dengan suatu kemurnian. Allah merupakan pribadi yang menjadi inspirasi dari pelajaran ini. Dia pribadi yang senang memotivasi.
Mazmur 10:17; Efesus 3:16; 2 Timotius 4:17.
Bagaimana dengan kita sebagai anak Allah ?
Yesaya 50:4; Ayub 4:4; 16:5; Yesaya 61:1-4 = > Dari mulut seseorang dapat keluar kata-kata yang memotivasi dan juga dapat mengeluarkan kata-kata yang menghancurkan. Yakobus 3:9-11.

Antusiasme bagi orang kristen
Perlukah sebenarnya Antusias atau semangat bagi orang kristen ? Dan apakah Antusiasme /semangat itu sebenarnya? Kata “Antusiasme” berasal dari 2 kata Yunani, en dan Theos yang berarti “di dalam Tuhan” atau “Tuhan di dalam”. (Entheo) Tuhan sudah menempatkan ke dalam setiap orang potensi untuk menjadi bersemangat. Satu orang dengan semangat adalah lebih besar dari pada kekuatan pasif sembilan puluh sembilan orang yang mempunyai hanya sebuah minat. “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu dengan sekuat tenaga.” (Pengkhotbah 9:10)

Ketika orang menjadi antusias, seluruh kepribadiannya menyala, pikiran menjadi lebih tajam, lebih intuitif; seluruh daya hidup dan kemampuan kreatif ditingkatkan. Orang seperti ini termotivasi, menimbulkan dampak. Filsuf A.B Zu Tavern berkata, “Sebelum menghasilkan uap, air harus mendidih. Mesin tidak akan bergerak sedikitpun sebelum meteran uap menunjukkan 212 derajat. Orang tanpa antusiasme mencoba menggerakkan kehidupan dengan air yang suam-suam kuku.” 

Antusiasme adalah salah satu unsur vital yang dimiliki dalam jumlah besar sekali oleh orang percaya yang sukses. Orang percaya menggunakan antusiasme dalam memenuhi tanggung jawab , untuk berhasil dalam pekerjaan, dan dalam memecahkan masalah sehari-hari. Untuk memiliki suatu keyakinan, seseorang hanya perlu memiliki semangat + kepercayaan = keyakinan. “Tanpa semangat manusia hanyalah sekedar sebuah kekuatan yang terpendam dan suatu kemungkinan, seperti batu api yang menunggu goresan dari besi sebelum dapat menghasilkan percikan apinya.”(Henri Federick Ameil) 

Mengabaikan apa yang anda semangati, maka anda mengabaikan salah satu potensi yang terbesar yang Allah tempatkan di dalam anda. Tidak ada yang penting yang pernah dicapai tanpa semangat. Kehilangan gairah/antusias dan merasa kosong sama juga dengan menyangkal diri sendiri dari kesenangan luar biasa yang mungkin bagi manusia dalam rentang waktu yang terlalu singkat yang kebanyakan kita miliki.

Pesimis muncul karena semangat, kepercayaan dan keyakinan anda terbunuh. Pesimis tidak akan pernah memenangkan pertempuran apapun. 

Semangat adalah percikan api bagi sumbu anda. Biarkanlah semangat yang berada di dalam diri anda bangkit untuk memenuhi tujuan hidup anda. B.C. Forbes mengatakan, “Antusiasme adalah baling-baling jet manusia yang paling mutlak diperlukan. Antusiasme adalah tenaga penggerak yang mengangkat manusia menjadi pekerja mujizat. Antusiasme menghasilkan keberanian, keteguhan hati, kepercayaan yang menyala, keraguan yang teratasi. Antusiasme menciptakan energi tanpa batas, sumber segala prestasi.” Antusiasme adalah kekuatan yang membuat motivasi tetap berjalan hingga cita-cita tercapai. Antusiasme membuat perbedaan yang menentukan. Dalam sebuah survei terhadap 200 pemimpin nasional dinyatakan, bahwa yang menjadikan seseorang itu sukses, 80% mencatat antusiasme sebagai kualitas yang paling penting. Seseorang yang antusiastik segera akan mempunyai pengikut yang antusiastik pula.

“Temukanlah sesuatu yang anda senang lakukan, dan anda tidak akan pernah harus bekerja pada hari lainnya dalam hidup anda.” (Harvey Mackay) Thomas Carlisle berkata, ”Berikan saya seseorang yang menyanyi dalam pekerjaannya. Orang yang semacam itulah yang ingin saya pekerjakan.” Tidak ada pemandangan yang menyedihkan daripada seorang kristen yang pesimistik. Bagaimana pandangan Alkitab tentang Antusisme / semangat? Amsal 15:13 ; 17:22 ; 18:14 Semangat ditandai dengan hati yang gembira => muka berseri. Semangat yang patah mengeringkan tulang. Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya. 

Ulangan 1:38 = Salah satu syarat seorang pemimpin adalah memiliki semangat.
Roma 12:11 Roh yang menyala = Antusiasme / semangat
I Tesalonika 5:19 “Jangan padamkan Roh.” = Jangan menarik kebawah / patahkan apa yang Roh Kudus telah kerjakan.
Yesaya 40:29 ; 50:4 ; 57:15 ; 61:3 = Allah sebagai sumber dari semangat yang sebenarnya. Allah ingin memakai kita untuk menjadi seorang yang dapat membangkitkan dan memulihkan semangat yang patah B-Ralp Waldo Emerson berkata,”Tidak ada sesuatu yang besar yang pernah dicapai tanpa antusiasme.” Yesus dengan penuh semangat menuju kayu salib.

Gaya Hidup Optimis - Dua belas ciri khas Optimis berpikiran keras :
  1. Optimis jarang merasa terkejut oleh kesulitan.
  2. Optimis mencari pemecahan sebagian.
  3. Optimis merasa yakin bahwa mereka mempunyai pengendalian atas masa depan mereka.
  4. Optimis memungkinkan terjadinya pembaharuan secara teratur.
  5. Optimis menghentikan alur pemikiran mereka yang negatif.
  6. Optimis meningkatkan kekuatan apresiasi mereka.
  7. Optimis menggunakan imajinasi mereka untuk melatih sukses.
  8. Optimis selalu gembira bahkan ketika mereka tidak bisa merasa bahagia.
  9. Optimis merasa yakin bahwa mereka memilikikemampuan yang hampir tidak terbatas untuk diulur.
  10. Optimis membina banyak cinta dalam kehidupan mereka.
  11. Optimis suka bertukar berita baik.
  12. Optimis menerima apa yang tidak bisa diubah.

Menerima diri sendiri
Ada 10 hal yang tidak dapat diubah dalam diri manusia :
  1. Orang tuaku. Keluaran 2:1-10 ; Hakim-hakim 11:11
  2. Waktu yang kulalui.
  3. Kebangsaanku. Galatia 3:28-29
  4. Kelaminku. Kejadian 1:L26-27 ; Ulangan 22:55.
  5. Nomor kelahiranku. Anak sulung,mempunyai kapasitas yang lebih besar di dalam meresponi terhadap otoritas. Lukas 15:24. Anak ke dua, mempunyai kecenderungan memerlukan untuk banyak diterima dan disetujui. Lukas 15:11-32 Anak ketiga, mempunyai kecenderungan lebih banyak merdeka sosial dan pandai membujuk.
  6. Saudara-saudara kandungku laki-laki dan perempuan. Kejadian 50;19-21 – Allah menggunakan saudara-saudara Yusuf untuk memenuhi rencanaNya.
  7. Penampilan fisikku
  8. Kemampuan mentalku
  9. Usia dan kematianku
  10. Cacatku
Rasa rendah diri
Penyebab rasa rendah diri: sebab aku membandingkan diriku dengan orang lain dalam :
- Penampilan fisikku
- Kemampuan mentalku
- Karakteristik keluargaku
Sosialku

Bagaimana caranya agar aku dapat menerima diriku ?
1. Aku menyadari pembentukanku dahsyat dan ajaib (130:14)
2. Aku menyadari bahwa aku ini buatan Allah (Ef 2:10)

HIDUP POSITIF 
Kita dapat menaklukkan rasa takut pribadi, menang atas kemalangan dan mengubah serta meningkatkan kehidupan sehari-hari dengan memiliki iman/kepercayan kepada diri sendiri dan kepada Tuhan melalui kehidupan positif. (Yohanes 10:10)

Hal dasar untuk memulai hidup positif :
Berpikir positif. Semua orang harus belajar mencari hal-hal yang lebih baik jika ia mengharapkan hal-hal yang lebih baik untuk yang akan datang. Hal-hal yang lebih baik itu akan datang jika orang benar-benar mengharapkan hal-hal itu untuk datang. Thomas Carlyle, seorang penulis Inggris terkemuka berkata, “Pikiran adalah nenek moyang perbuatan”. Pikiran dapat menghancurkan anda, tetapi pikiran dapat pula membangun anda. Kita menjadi seperti apa yang kita pikirkan. Ketika kita membuka pikiran kita bagi kehendak Tuhan, kita dapat memperoleh mujizat. William James,” Penemuan besar generasi saya adalah bahwa manusia dapat mengubah hidup mereka dengan mengubah sikap pikiran mereka.”

Orang yang berpikir ke arah yang berlawanan tampaknya sering condong ke arah masalah mental seperti depresi. Amsal 23:7 Orang percaya bersifat agresif, mereka berpikir positif. Mereka tahu bahwa hal-hal besar dapat diciptakan dari hal-hal kecil. Seorang pemikir positif selalu dapat menguasai masalah. Ia dapat memecahkannya atau melenyapkannya atau mengembangkan suatu pola gagasan yang akan menghasilkan solusi atas masalah tersebut. Amsal 30:32

Keluar dari diri anda sendiri dan miliki kepercayaan pada diri sendiri dan pada Tuhan. Satu-satunya orang yang paling menghambat anda dari kehidupan yang berhasil adalah “anda sendiri”. Kita dapat menjadi musuh terburuk atau sahabat terbaik bagi diri kita sendiri. Kita dapat menjadi sumber kesusahan atau obat bagi kesusahan. Dan jangan pernah lupa , jadilah orang yang percaya kepada Tuhan dan kepada diri sendiri.
Miliki prinsip kepercayaan positif. “Cara berpikir adalah kelahiran perbuatan dan kepercayaan mewujudkannya, pilih apa yang anda percayai.”

Kepercayaan adalah kekuatan dari hidup yang positif. Kepercayaan menyelesaikan segala sesuatunya. Kepercayaan membalik kegagalan menjadi keberhasilan. “Pancarkan pikiran percaya yang positif dan pikiran tersebut akan cenderung dengan kuat membawa kembali hasil yang diyakini. Seperti halnya pikiran yang tidak percaya akan mematikan keberhasilan , maka pikiran percaya yang riil memberikan pencapaian yang berhasil.” 

Calon orang yang berprestasi harus percaya kepada dirinya sendiri, memiliki kepercayaan akan tujuan dan kemampuannya sendiri. Orang yang berprestasi harus percaya kepada orang lain, karena tanpa bantuan orang lain tidak ada tangga untuk didaki. Orang juga harus percaya kepada negara yang memberikan peluang, dan menjadi orang yang pecaya kepada peluang itu sendiri. Dan orang yang berprestasi harus percaya kepada Tuhan sebaga pemberi kemampuan untuk mencapai keberhasilan. “Tidak ada keberhasilan yang sejati tanpa Tuhan, kalaupun ada keberhasilan itu tidak akan dinikmati.” 

Kesimpulannya adalah orang yang berprestasi adalah orang yang percaya. Percaya kepada orang lain dan jangan manfaatkan mereka. Miliki iman bahwa apa yang anda perlukan akan diberikan kepada anda dan singkirkan rasa harga diri yang rendah. Amsal 3:5,6

Beralihlah kepada gaya hidup yang antusiatik dan Optimis “Bukanlah jumlah tahun-tahun kehidupan seseorang yang penting, melainkan kualitasnya.” Jangan terlalu cepat untuk menyerah atau berhenti.

Edmund Burke berkata, “Jangan pernah berputus asa , tetapi jika anda memang berputus asa , bekerjalah terus dalam keputusasaan.”

William Edward Hicksone ; “Jika pada mulanya engkau tidak berhasil, coba, coba lagi.”
Orang-orang yang berhasil dalam hidupnya adalah orang-orang yang antusias dan mencurahkan segalanya, bukan orang yang suka menahan diri.

 Kisah Para Rasul 17:28 ; Kolose 3:23 ; I Tesalonika 5:16 ; Filipi 4:4 Berkata-kata positif = > Jangan pernah berbicara soal kekalahan, karena jika anda melakukannya anda sebenarnya menyuruh diri anda untuk menerima kekalahan. Jangan pernah mengeluarkan perkataan yang isinya keluhan, karena dari keluhan sebenarnya anda tidak pernah setuju dengan apa yang telah Allah lakukan pada anda. Jangan pernah berdiri di loket keluhan. Jangan berkata-kata negatif tentang orang lain, karena dari situlah kualitas kehidupan anda dinilai. Kata-kata positif akan menciptakan atmosfir Damai sejahtera. – Yakobus 3:9,10

Sikap Positif
Miliki sikap positif , gagasan yang lebih sehat dan tindakan untuk mengendalikan musuh-musuh mental seperti kebencian, ketakutan, kepahitan, kekecewaan, khawatir dan hal-hal negatif yang lain. Bereaksilah yang tepat dalam menghadapi masalah/kesulitan yang datang. I Tesalonika 5:15 ; Filipi 4:13 Amsal 4:23″Anda pasti bisa, bila anda berpikir bisa.”

Jesus Love You All ^_^
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...