Kisah Seorang Gadis Yang Melakukan Seks Bebas Sejak Usia 14 Tahun

Protected by Copyscape Online Plagiarism Scanner
Nita melakukan hubungan seks pada usia 14 tahun dengan Pipi, seorang pria yang dikenalnya di toko video sehingga akhirnya dia hamil dan terpaksa menikah dengan Pipi. Namun ketika masuk dalam kehidupan pernikahan, keluarganya berubah menjadi seperti neraka. Suaminya berubah menjadi kasar bahkan ketika Nita hamil anaknya yang ketiga, dia harus mengalami kekerasan oleh suaminya. Pukulan dan tendangan adalah makanan sehari-harinya. Dua minggu setelah anak ketiganya lahir, dia mengurus surat cerai dengan suaminya dan memutuskan untuk tinggal dengan mamanya.

Dengan perjuangan dan kerja yang keras, akhirnya Nita mendapatkan pekerjaan di Jakarta bahkan bisa bersekolah di luar negeri. Namun sepulangnya ke Indonesia, Nita berubah menjadi seorang pecandu  alkohol. Setiap hari dilalui dengan mabuk-mabukan dan kehidupan seks bebas. Suatu saat dia kembali dikecewakan oleh Samin, seorang pria teman dekatnya yang hanya memanfaatkan hidupnya dan kekerasan kembali dia alami sehingga dia semakin terpuruk dalam kebencian.

Ketika mengingat masa kecilnya, setiap malam dia tidak bisa tidur karena harus belajar sedangkan adik dan kakaknya sudah boleh tidur. Nita merasa diperlakukan  dengan berbeda oleh mamanya. Dia merasa tertekan dan ketakutan karena sikap mamanya sehingga dia mulai bertumbuh menjadi seorang yang nakal, pemberontak, iseng, sombong dan maunya dihargai orang.

Berbeda dengan mamanya, kasih sayang yang Nita rasakan dari papanya membuatnya memiliki kebahagiaan tersendiri. Namun semuanya lenyap ketika kematian merengut hidup papanya. Hidup Nita menjadi bertambah terpuruk dan hancur, ditambah lagi hubungannya dengan Samin yang bertambah buruk membuatnya putus asa dan ingin mati. Sampai akhirnya Nita nekat meminum racun serangga dan hampir mati. Pada saat itu Samin membawanya ke rumah sakit dan berjanji tidak akan menyakitinya. Tapi ternyata Samin tidak menepati janjinya, dia tetap tidak berubah sehingga dalam keadaan hamil, Nita memutuskan untuk meninggalkan Samin. Karena kekecewaan dan sakit hatinya, dari hari ke hari, Nita semakin jatuh dan terperosok dalam jerat narkoba dan dunia malam. Bahkan ketika dia hamil 9 bulan dan setelah melahirkan, dia masih memakai narkoba karena sudah sangat kecanduan.

Suatu saat Nita mengalami hal yang tak terduga. Ketika dia berada di mobil sewaktu akan pergi ke diskotik, tiba-tiba kepalanya merasa pusing dan tidak sadarkan diri. Ketika sadar dia sudah berada di rumah sakit dan tidak dapat melihat apa-apa. Selama tiga minggu dia buta , namun setelah dilaser, penglihatannya berangsur-angsur pulih kembali. Pada saat itu Nita divonis terkena kanker otak oleh dokter. Karena putus asa, Nita mencari pengobatan alternatif dan sakit kepalanya berangsur-angsur sembuh. Namun demi kesembuhannya dia harus rela menikahi dengan Toni, sang para normal yang mengobatinya.

Sepertinya harapan akan kehidupan yang lebih baik mulai terlihat ketika dia menikah dengan Toni, sampai suatu hari seorang wanita datang ke rumahnya dan mengaku sebagai istri Toni. Sejak kedatangan wanita tersebut hati Nita kembali terluka lagi dan ketakutan mulai menyelimuti pikirannya ketika suaminya merencanakan  sesuatu bagi dirinya. Suaminya berpesan kepada pembantunya untuk mengurung dirinya. Namun tanpa menyia-nyiakan waktu lagi, dia berusaha kabur dari rumahnya dan berniat menghabisi hidupnya.

Nita berencana bunuh diri dengan melompat dari bis yang ditumpanginya. Tetapi ketika dia akan membuka pintu bis tersebut, tiba-tiba teleponnya berbunyi ternyata Aina, seorang temannya menelepon dan menyadarkan dirinya.  Temannya itu menganjurkannya untuk turun dari bis dan pergi ke lantai 25 Gajah Mada Plaza pada saat itu juga.

Akhirnya Nita memutuskan untuk datang dan  dia mengalami suatu peristiwa yang akan mengubah kehidupannya. Di sana dia didoakan oleh seorang hamba Tuhan kemudian dia rebah dalam roh. Nita melihat suatu cahaya yang sangat indah dan hatinya merasakan damai sejahtera dan kesejukan. Melalui seorang pribadi akhirnya Nita menemukan kebahagiaan sejati dalam hidupnya . Hidupnya pun mulai berubah. Sedikit demi sedikit, Nita mulai mengampuni pria-pria yang sudah menyakitinya. Dia tinggalkan masa lalunya, dari kecanduan narkoba, minuman keras dan budak seks.

Melengkapi kebahagiaan, saat ini dia menikah dengan seorang pria yang mengasihi dan menerima dia apa adanya. Nita merasa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia karena dia sudah dipulihkan Tuhan Yesus, Dia sangat mengucapkan syukur kepada Tuhan Yesus karena Tuhan sangat baik dalam hidupnya sudah menebus hidupnya. Nita berkata," Tuhan Yesus itu seperti papa saya, kekasih saya, Tuhan segala-galanya buat saya."(Kisah ini ditayangkan 19 Mei 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).


Sumber kesaksiaan :
Esther Yunita

0 comments:

Poskan Komentar

FramePTP

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...