Seorang ibu bertanya: Pak bagaimana cara pemulihan
keluarga, jika suami sudah tidak cinta istri lagi? Suami merasa bahwa
istrinya sudah menginjak-injak harga dirinya. Istri sudah minta maaf
tetapi suami tidak mau memaafkan dan menolak untuk diajak konseling?
Cinta
bisa dibangun. Pepatah “Beri maka akan diberi” “Tabur maka akan
menuai”. Tabur kebaikan, cintai suamimu, layani sebaik mungkin. Ibu
sendiri minta maaf dan lepaskan pengampunan. Jangan memaksa suami untuk
konseling, banyak laki-laki tidak mau masalahnya diketahui orang lain,
itu mempermalukan dirinya dan martabatnya. Banyak suami tidak suka
istrinya kemana-mana konseling dengan orang lain soal masalahnya,
sehingga dia berfikir bahwa semua orang sudah tahu masalahnya dan itu
membuat dia malu, tersinggung dan direndahkan.
Kalau dia
merasa direndahkan, merasa bahwa istri sudah menginjak injak martabat
suami atau martabat dia sebagai seorang laki laki, maka obatnya hargai
dan taati dia. Karena laki laki memang butuh dihargai, butuh didengar,
butuh di’taati’, butuh dihormati.
Hormati suamimu dan
tunduklah kepadanya lebih dari orang lain baik itu atasan di kantor atau
pimpinan yayasan atau agama. Tunduklah dengan apa yang diperintahkan
oleh suamimu, lebih dari,kegiatan organisatoris agama atau yayasan atau
kegiatan sosial lainnya, bahkan jika perlu untuk sementara kurangi
jadwal kegiatan di luar rumah baik soaial atau agama dan hal-hal
lainnya. Prioritaskan rumah tanggamu terlebih dahulu.Dengan demikian
nantinya engkau justru akan memenangkan suamimu.
Hargai
pendapat suamimu dan ikuti apa sarannya, dalam hal-hal praktis seperti
baju dan cara berdandan yang dia sukai, makanan / masakan yang dia
sukai.
Jangan mendebatnya, jangan melawan, belajar untuk
mendengar. Laki-laki merasa bahagia jika dihargai . Pemulihan butuh
waktu, karena itu harus sabar, tetapi saya percaya tidak ada yang tidak
bisa dipulihkan. Apalagi biasanya pria lebih mudah mengampuni daripada
wanita.
Ir. Jarot Wijanarko
Ir. Jarot Wijanarko
0 comments:
Posting Komentar