Jumat, 28 September 2012

Ketika Single dengan Keluarga Berantakan Saling Jatuh Cinta


Setiap orang punya masa lalu, ada yang kelam, ada yang biasa-biasa saja, namun ada juga yang bahagia. Bagi mereka yang punya masa lalu kelam, terutama akibat keluarga yang berantakan, berharap bahwa mereka nanti akan membangun keluarga yang harmonis dan tidak seperti sebelumnya. Namun, apa jadinya jika kedua orang dengan masa lalu yang kelam bertemu dan saling jatuh cinta? 


PERBUATAN YANG BIASANYA DILAKUKAN

Mencari Kasih Sayang Lain
Para single yang hidup dalam keluarga yang berantakan, biasanya berpikir bahwa seseorang yang baik kepada mereka, merupakan bukti kasih sayang dari orang tersebut. Meskipun bisa jadi kasih yang ditawarkan itu ada "udang di balik batunya". Karena itu, biasanya mereka akan mengijinkan jika seseorang menginginkan hubungan lebih, hubungan intim dari mereka meskipun belum menikah.

Makin Dalam dan Dalam
Dan perbuatan-perbuatan tak terpuji lainnya pun terus berlanjut. Bisa jadi, ada anak yang dikandung dan ingin digugurkan. Jika tidak begitu, dua orang yang belum siap punya anak tapi bertekad melahirkannya akan mencoba mencari nafkah dengan cara yang tidak halal demi mendapatkan uang untuk biaya anak. Sampai akhirnya, apapun dilakukan dan membuatnya mereka terpuruk semakin dalam. Ada yang pada akhirnya berusaha membunuh diri sendiri, padahal ada jalan keluar yang bisa ditempuh.

Melakukan Apa yang Dilakukan Orangtua
Jika dahulu salah satu orangtua berselingkuh, siklus itu terjadi pada anak sehingga pada akhirnya mereka melakukan hal yang sama. Hal ini bukan karena keinginan mereka, tapi karena mereka tak mempunyai patokan yang benar.

APA YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN?

Yesus Adalah Patokan yang Paling Benar
Hanya Yesus satu-satunya manusia yang tidak berdosa dan hanya kepada Dialah kita dapat melihat contoh yang sempurna dari segala sesuatu. Kita mungkin tidak mendengar tentang masa lalunya, tapi kita bisa membayangkan. Di masa lalu, wanita yang ketahuan hamil, bisa dihukum rajam. Yesus lahir dari seorang wanita yang pada waktu itu belum menikah, bahkan Yusuf pun ingin menceraikannya. Bisa kita lihat ada penolakan. Namun, kita tidak pernah membaca bahwa Yesus merasa sakit hati saat Yusuf menolak Maria, terutama saat itu Dia sudah berada di dalam kandungan Maria.

Bangunlah di Atas Dasar yang Kokoh
"Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya—Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan—ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah. Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karma rumah itu kokoh dibangun." Luk 6:47-48

Dari ayat di atas, kita dapat melihat ketika kita bangun hubungan kita di dalam Yesus, maka hubungan itu akan menjadi kokoh dan tidak mudah dihantam badai kehidupan.

Bagi kita yang sedang mencari hubungan yang benar, belum terlambat untuk memulai. Bagi kita yang sudah terlibat dalam hubungan yang tidak benar, belum terlambat untuk mengubahnya. Biarlah masa lalu hanya menjadi masa lalu dan biarlah hal itu membuat kita menyadari bahwa semuanya bisa berjalan baik jika ada Tuhan di dalamnya.

Sumber : jawaban.com by lois horiyanti

Share this article :

1 comments:

  1. Blog yang bagus, menarik & sangat manfaat. Makasih ya atas segala info yang diberikan, mohon kesediaannya tukar link dengan newbi ...

    http://kikuta-journal.blogspot.com

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...