Selasa, 24 April 2012

Kesaksian : Perjalanan Naysila Mirdad



Pemeran Intan dalam sinetron yang sama dengan nama pemeran utamanya itu untuk mengikut Kristus sempat tidak mengenakkan untuk diutarakan kepada Jamal Mirdad, sang ayah. Hidup dengan orangtua yang berbeda keyakinan sempat membuat Nay - demikian ia akrab disapa, bimbang memutuskan pilihan hidup. Pemilik senyum manis ini tahu betul, masalah iman bukan soal main-main atau asal percaya saja. Sikap kedua orangtuanya, Jamal Mirdad-Lydia Kandou, yang sama-sama mengajarkan hal baik menurut keyakinan mereka masing-masing semakin membuatnya bimbang.

SEMBUH BERKAT MUKJIZAT

Dalam keluarga Nay, tak ada pemaksaan, "pembagian" atau pun "jatah" iman terhadap anak-anak. Semua anak, termasuk Nay, bebas menentukan pilihan. Dan pilihan pesinetron yang beberapa waktu lalu masuk rumah sakit ini sudah ia pertimbangkan dengan matang. Ia hanya mengikuti panggilan hatinya. Dan panggilan hatinya adalah menjadi pengikut Yesus Kristus. Pilihan itu bukan sekadar asal memilih, tapi didahului sebuah peristiwa yang luar biasa."Waktu itu umurku masih sekitar 4 atau 5 tahun," ujar Nay memulai. "Aku ke kamar mandi karena berniat buang air besar. Begitu sampai kamar mandi, badanku tiba-tiba keringat dingin. Enggak tahu gimana, yang aku tahu waktu melihat ke bawah, darah sudah keluar banyak banget. Bukan hanya darah, tapi juga gumpalan-gumpalan seperti daging yang warnanya kebiruan. Aku merinding dan teriak histeris panggil Mama, Mama ... Mama," kisahnya.

Keluarganya pun berlarian mendatanginya. Lidya, sang Mama kaget bukan kepalang. "Aku ingat sekali Mama langsung mengajak kita berdoa. Aku disuruh Mama ikutin doa yang Mama ucapkan. Aku merinding waktu ikutin doa Mama, dan tiap kata yang aku ikutin semuanya keluar dengan nada gemetar. Rasa sakit menyebabkan aku susah untuk ngomong," urainya. "Pas Mama bilang amin, aku juga bilang amin. Aku ngerasa lancar sekali mengucapkannya. Begitu buka mata, daging warna kebiruan itu sudah nggak ada, darah juga sudah berhenti keluar. Peristiwa itu benar-benar sebuah keajaiban banget buat aku." Saat ia menirukan ucapan sang Mama berkata amin, Nay percaya dan yakin Tuhan Yesus bisa menyembuhkannya. Saat itu juga ia pasrah akan segala sesuatu dalam hidupnya kepada Tuhan Yesus. Termasuk masa depan dan akan jadi seperti apa ia kelak. "Ternyata Tuhan Yesus sayang banget sama aku. Aku pun sembuh," ucapnya dengan nada kelelahan di sela-sela break syuting yang menyita waktunya.

Usianya yang baru saja menginjak angka 19, Mei silam, tentu mengajarkannya banyak hal. Saking banyaknya ia hanya berujar, "Pastinya banyak kejadian dalam hidupku! Salah satunya misalnya dengan aku dikasih berkat seperti ini, bisa main sinetron, iklan, dan yang lain-lain. Dengan apa yang sudah aku lewati, susah atau senang, aku percaya itu semua datang dari Tuhan dan memang terjadi atas izin-Nya. Aku juga percaya aku nggak akan bisa ngelewatin apa-apa kalau tanpa pertolongan Dia. Dari situ aku yakin aku nggak bisa hidup tanpa Tuhan Yesus," jelasnya.Sebagai rasa hormat dan kasihnya pada Tuhan, sesibuk apa pun Nay selalu menyempatkan diri untuk beribadah. Ia mengaku tidak mau dianggap religius atau sok suci dengan banyak bicara soal gereja. Tapi memang setiap hari Minggu selalu disempatkannya ke gereja untuk beribadah. "Itu cara aku untuk membangun hubungan dengan Tuhan. Sesibuk dan sepadat apa pun jadwal kerjaku, aku usahakan untuk tetap bisa pergi ibadah.
Share this article :

4 comments:

  1. Jesus More Bless you Nay....

    BalasHapus
  2. Hidup itu memang pilihan Nay...Jadilah garam dan terang dunia. Tuhan Yesus memberkatimu. (Lemoh-Tombariri-Manado)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...