Jumat, 31 Agustus 2012

Anak Siapa Ini?



Biasanya kita berpikir bahwa saat lahir kita tidak membawa apa-apa. Ini sebenarnya juga bukan pendapat yang benar, karena sebenarnya ketika kita lahir kita membawa rencana Tuhan.

Ada seorang anak kecil, umur 4 tahun yang dibuang oleh ibunya, karena ia tidak tahan dengan perlakuan suaminya yang penjudi, kasar, main tendang, main hajar. Ibu ini menaruh anaknya di depan pintu sebuah supermarket di New York, dimana ada peraturan bahwa anak dibawah 90 cm tingginya tidak boleh ikut masuk ke dalam supermarket.


“Kamu tunggu di sini ya, Nak.” Kata si Ibu. Lalu ibu itu masuk ke dalam. Siang hari, setelah sekian lama ibunya masuk dan tidak kunjung keluar, maka anak ini mulai menangis. Menjelang sore ia lelah menangis, ia tertidur di kursi yang ada di situ. Menjelang malam ia terbangun dan ibunya belum juga keluar, maka ia memaksa ingin masuk, tetapi dilarang oleh penjaga. Ketika supermarket mau tutup dan roling door mulai diturunkan satu demi satu, maka anak kecil ini berteriak histeris, karena ibunya belum juga keluar dari dalam.

Anak ini terus berteriak dan memaksa masuk, tetapi ditahan oleh satpam penjaga dengan mengatakan bahwa di dalam sudah tidak ada orang lagi. Saat pintu terakhir ditutup, anak ini semakin histeris menjerit dan menangis. Anak ini kelelahan menangis dan tertidur. Esok paginya ia terbangun dan menunggu saat supermarket itu dibuka, dan ia tidak menjumpai siapapun keluar dari dalam, karena memang semalam sudah tidak ada siapa-siapa lagi di sana.

Hari ketiga anak itu dipungut oleh seorang petugas panti asuhan. Karena memang sebenarnya ia dibuang oleh ibunya di tempat yang orang lain mudah melihat dan menemukannya. Anak ini tumbuh dengan kepahitan dalam hatinya. Ia berpikir ayahnya menghajarnya, ayahnya menghajar ibunya dan ibunya membuangnya. Kalau mereka tidak punya rencana untuk hidupku, untuk apa aku dilahirkan. Anak ini tumbuh menjadi pemuda yang pendiam, jarang sekali berbicara. Dan sekali dia bicara maka dia membantah, menyerang, kata-katanya pedas dan menyakitkan, karena memang keluar dari hati yang terluka.

Cukup lama, bertahun-tahun, ia bergumul dengan pertanyaan,”Mengapa saya dilahirkan?”
Akhirnya pemuda itu bertemu dengan seorang yang bijaksana yang mengajarkan bahwa adalah pendapat yang salah bahwa ketika lahir kita tidak membawa apa-apa, tetapi sebenarnya saat kita lahir, kita membawa rencana dari Tuhan.

Kalau orang tuanya tidak punya rencana, tidak menghendaki anak itu lahir, namun bila ia hidup, maka Tuhan menghendaki orang itu hidup, sebab tidak ada kehidupan tanpa kehendak Tuhan. Dengan mengetahui prinsip ini, pemuda itu mulai merubah pertanyaannya,”Tuhan apa rencana-Mu dalam hidupku, aku mau hidup dalam rencana-Mu.”

Dengan perubahan pikiran seperti itu, dengan perubahan attitude seperti itu, maka ia mulai melakukan hal yang terbaik dengan apa yang ada di tangannya. Ia menjadi orang yang sukses dan memiliki ribuan pengikut di kota New York. Ia menulis buku yang terkenal dan telah diterjemahkan ke banyak bahasa di dunia. Buku itu berjudul “Anak Siapakah Ini?” yang ditulis oleh Bill Wilson. Dialah nama seorang yang sukses hari ini, yang puluhan tahun lalu adalah seorang anak kecil yang dibuang ibunya.

Dia sukses setelah menyadari bahwa hidupnya bukanlah kebetulan. Bahwa hidupnya ada sebuah tujuan, mengapa ia ada dan mengapa ia dilahirkan. Temukan tujuan hidupmu dan menjadi menggebu-gebu dengan hal itu. Maka sukses pasti ada di tangan Anda.

Ir. Jarot Wijanarko
Share this article :

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...