Perceraian
orang tuanya telah merenggut masa kanak-kanak Amelia dan adik-adiknya.
Panti asuhan adalah satu-satunya tempat yang mau menampung mereka. Di
panti asuhan, Amelia acap kali menerima perlakuan yang menyakitkan.
Tamparan dan pukulan kerap kali diterimanya. Batin Amelia tak sanggup menahan tekanan yang ia alami.
Saat
beranjak remaja, Amelia memberanikan diri untuk kabur dari asrama dan
bermaksud tinggal bersama keluarga baru ibunya. Yang paling Amelia
rindukan sebenarnya adalah adik-adiknya karena Amelia sendiri tidak
begitu dekat dengan ayahnya. Namun malang nasibnya, berharap mendapat
kasih sayang dari ibunya, ternyata yang ia dapati adalah ketidakadilan.
Tidak tahan dengan perlakuan ibunya, Amelia pun berpikir untuk tinggal
bersama omanya, berkumpul bersama ayahnya.